Pengalaman Kami Seputar Memulai Usaha Kaos Distro Pengalaman Kami Seputar Memulai Usaha Kaos Distro – MARGO KAOS

Pengalaman Kami Seputar Memulai Usaha Kaos Distro

Categories: Artikel umum

Hallo teman-teman apa kabar? semoga kalian semua selalu dalam keadaan baik dan bahagia. Kalau teman-teman membaca tulisan saya ini, kemungkinan besar teman-teman sedang ngebet banget untuk segera punya usaha dibidang kaos distro sendiri, iya apa iya hehehe. Kenapa saya tahu? Ya jelas tahu, kan kita habis ngobrol sebelum ini hehehe dan selain itu artikel ini tidak saya index-kan dan link ini saya berikan hanya kepada teman-teman alumni kursus yang datang untuk meminta pendapat kepada saya tentang bagaimana kalau teman-teman akan memulai usaha kaos distro. Seperti Anda hehehe …

Memulai usaha kaos distro disini adalah membangun merk sendiri ya, jadi bukan dalam artian membuat toko atau yang lainnya. Nah, ketika seseorang datang bertanya dan meminta pendapat saya tentang hal ini, khususnya bagi alumni saya selalu menyampaikan 2 hal penting disini berdasarkan pengalaman saya. Yang pertama adalah fokus dan yang kedua adalah pandai-pandailah membangun brand sendiri. Saya tidak akan mengulang apa yang sudah kita diskusikan sebelumnya tapi disini saya ingin berbagi cerita “konyol” saya dalam mencoba membangun brand saya sendiri yaitu HERNIC. Silahkan dibaca, catat poin-poin pentingnya dan yang utama adalah jangan sampai hal ini terhadi pada teman-teman semua.

Kalian tentu tahu kalau dulu saya pernah sangat dekat dengan Athonk, ownernya seephyllizz! lewat pertemanan itulah saya banyak tahu tentang seluk beluk distro khususnya di Yogyakarta. Sampai pada suatu saat di tahun 2010 saya berkeinginan mempunyai produk kaos distro sendiri dan nama yang saya pilih waktu itu adalah HERNIC. Singkat cerita saya mematentkan merk itu ditahun yang sama karena waktu itu saya mendapatkan informasi bahwa kalau merk belum dipatentkan maka produk-produk saya nantinya tidak bisa masuk ke distro. Oke, akhirnya merk itu saya patentkan. Setelah itu karena saya sama sekali tidak punya modal, maka saya mencari pemodal untuk membuat kaos itu. Akhirnya saya mendapatkan pemodal waktu itu, dan akhirnya produk HERNIC mulai saya buat. Disini ada 2 pelajaran berharga yang bisa kita ambil.

Yang pertama, hati-hatilah dalam mencari mitra atau investor, pengalaman saya waktu itu mungkin karena saya masih sangat lugu dalam hal ini, setelah produk jadi setengah diantaranya diminta oleh mitra dengan alasan untuk dibantu promosi. Dan sampai beberapa bulan kemudian tidak ada kabarnya lagi, padahal nilai barang itu (produk jadi) sudah sama dengan nilai modal yang diberikan. Disinilah pentingnya kita paham perhitungan bisnis, karena nilai setengah barang itu tidak lagi hanya biaya kain saja tetapi ada proses sablon dan lain-lain disitu yang harus diperhitungkan. Karena jumlah barang yang tinggal sedikit dan tidak ada lagi komunikasi dengan mitra akhirnya waktu itu saya putuskan untuk meminjam dana ke BANK untuk menambah jumlah stok agar produk saya bisa saya titipkan di distro. Dan ternyata ada hal lain lagi yang terlewatkan, silahkan baca dan catat hal dibawah ini.

Yang kedua adalah tentang tema desain, waktu itu saya benar-benar masih baru di dunia internet sehingga tidak paham dengan istilah-istilah di dunia internet. Dan ternyata ada ke-GOBLOK-kan saya dalam mendesain yang tidak perlu saya ceritakan disini yang akan saya kenang seumur hidup. Malu saya kalau menceritakannya, intinya pelajaran yang bisa diambil disini adalah carilah teman atau mentor sekalian untuk membantu kalian sampai ke evaluasi desain dan lain sebagainya. Dengan keadaan ini saya berpikir untuk tidak melanjutkan lagi usaha yang satu ini, dan di awal 2011 saya putuskan untuk menarik semua produk dan membagikannya ke karyawan dan tetangga kecuali desain yang bermasalah tadi, semua saya potong2 dan saya jadikan kain untuk membersihkan screen sablon di kios hehehe. Teman-teman mau tahu dengan dana hampir 10 juta rupiah ditahun 2010 ini kaos saya laku berapa buah? 12 buah teman-teman, itupun yang 4 dibeli kakak saya dan teman dekat saya yang mungkin hanya kasihan dengan saya. Dan sisanya saya bagi-bagikan karena memang sudah tidak layak jual dan saya tidak mau mengobral karena masalah nama! lebih baik buat sedekah kan hehehe

Waktu berjalan dan tidak ada sedikitpun keinginan untuk melanjutkan lagi sampai akhirnya pada bulan November 2012 saya mendapatkan cerita bahwa desain-desain kaos monster seperti yang dibuat Seephylliz permintaannya sangat tinggi tetapi barangnya susah didapatkan. Dan disisi lain waktu itu saya dipertemukan dengan seorang desainer muda yang bernama Mas Feriko dan beberapa desainer lainnya yang memang sangat ahli dibidangnya. Akhirnya saya pun tergoda untuk mencoba peruntungan disini, berbekal sedikit keahlian saya dibidang SEO waktu itu saya sangat yakin bisa menguasai pasar online di kaos distro dengan karakter desain seperti ini. Akhirnya tanpa berpikir panjang saya investasikan dana kurang lebih 28 juta-an untuk proyek ini. Saya membeli sekitar 50-an desain dan membuat sekitar 300 kaos dan membuat promo yang lumayan besar untuk ukuran saya yang masih pemula dan sempat endorse artis juga. Dan akhirnya setelah perjuangan yang kedua ini produk saya tetap tidak laku juga! hehehe, laku sih cuma tidak ada 70% nya dalam waktu satu tahun hiks hiks hiks. Makanya teman-teman alumni kursus yang ikut belajar bersama disini sekitar pertengahan tahun 2013 pasti terheran-heran dengan tumpukan kaos yang ada di tempat saya. Yang terus menerus kami bagi-bagikan dan bahkan sampai saat ini masih ada beberapa sisanya.

Kenapa saya dan tim desainer saya gagal lagi disini? Apa pelajaran yang bisa diambil disini? Ini jawaban teman saya dari Bandung yang sangat terkenal dibidang per-distro-an silahkan diperhatikan agar tidak konyol seperti saya ya teman-teman … catatttt …

“Anda mungkin akan berhasil kalau Anda menjiplak 100% karya mereka, tetapi kalau cuma membuat sesuatu yang mirip-mirip saja Anda tidak akan pernah berhasil, soul-nya nggak dapet!!! lebih baik temukan style kamu sendiri”

Itulah masalah saya, saya tidak paham bisnis ini, saya hanya emosi dan modal nekad saja. Kaos distro ini bisnis yang unik sekali bagi saya, dan menurut saya memang tidak bisa begitu saja “dimasuki” hanya karena punya modal uang. Butuh “sesuatu yang lain” dari sekedar membangun bisnis untuk bisa diterima baik dan berkembang disini. Saya tidak akan menyimpulkan apa-apa disini karena saya tidak mau mempengaruhi keputusan kalian. Hanya saja pesan saya, banyak-banyaklah bertanya dan berdiskusi dengan mereka yang sudah berpengalaman dibidang ini. Hati-hati mencari investor jika belum punya modal dan jangan asal ikut-ikutan trend.

Bagaimana dengan HERNIC??? apakah benar-benar akan saya kubur, saya belum tahu … tapi yang jelas maksimal 3 tahun lagi harus saya buatkan produk agar patent merknya bisa dipertahankan (kalau memungkinkan). Saya juga kurang paham sih tentang hal ini.

Update :

11/03/16 Saya akan sangat menyesal memberikan link artikel ini kepada Anda kalau setelah membaca artikel ini Anda kemudian membatalkan niat dan keinginan Anda begitu saja. Itu namanya penakut! belum apa-apa sudah takut! Jadikan pengalaman saya ini sebagai pelajaran dan alat bantu untuk menghindari permasalahan yang sama.